
Larangan TPO Uni Eropa: Hal yang Perlu Diketahui Produsen Kosmetik
Diperbarui pada
Gambaran Umum: Larangan TPO Uni Eropa
Mulai 1 September 2025, penggunaan TPO (trimetilbenzoil difenilfosfin oksida) dalam kosmetik secara resmi dilarang berdasarkan Regulasi Kosmetik Uni Eropa (EC) No 1223/2009. Produk yang mengandung TPO tidak lagi boleh ditempatkan di pasar Uni Eropa atau terus dipasok, dialihkan, maupun disediakan dengan cara lain di Uni Eropa, termasuk stok yang sudah ada di rak.
Hal ini menyusul mulai berlakunya ketentuan dalam Regulasi (EU) 2025/877, yang mengubah Lampiran II (Zat yang Dilarang) dan Lampiran III (Zat yang Dibatasi) pada Regulasi Kosmetik agar selaras dengan klasifikasi terbaru dalam Regulasi CLP (EC) No 1272/2008. Oleh karena itu, TPO, yang kini diklasifikasikan sebagai zat toksik terhadap reproduksi Kategori CMR 1B, telah dimasukkan ke dalam daftar bahan yang dilarang dalam kosmetik.
Apa Itu TPO?
TPO (2,4,6-trimetilbenzoil difenilfosfin oksida) merupakan fotoinisiator yang banyak digunakan dan umum ditemukan pada produk gel kuku yang dikeraskan dengan UV serta aplikasi profesional lainnya. Meskipun efektif meningkatkan kinerja pengerasan dan daya tahan, TPO diklasifikasikan ulang oleh Komisi melalui Regulasi Delegasi (UE) 2024/197 sebagai zat CMR 1B, yang berarti berpotensi menimbulkan risiko toksisitas terhadap reproduksi.
Berdasarkan Pasal 15(2) Regulasi Kosmetik, setiap zat yang diklasifikasikan sebagai CMR Kategori 1A atau 1B secara otomatis dilarang dalam kosmetik kecuali diberikan pengecualian khusus. Tidak ada permohonan pengecualian untuk TPO yang diajukan sebelum adopsi Regulasi (UE) 2025/877, sehingga larangan tersebut bersifat wajib dan segera berlaku.
Penerapan dan Penjelasan Utama tentang Larangan TPO
Komisi Eropa menerbitkan dokumen tanya jawab pada 7 Agustus 2025 untuk menjawab pertanyaan para pemangku kepentingan industri. Berikut pokok-pokoknya:
- Dasar Hukum Larangan TPO dalam Produk Kosmetik
Larangan TPO secara langsung didasarkan pada Pasal 15(2) Regulasi (EC) No 1223/2009, yang secara otomatis melarang zat CMR kecuali pengecualian disetujui dengan dukungan pemenuhan persyaratan khusus dalam regulasi.
- Tidak Ada Masa Penjualan atau Penggunaan Hingga Stok Habis
Tidak ada masa transisi atau masa penghabisan stok. Mulai 1 September 2025, seluruh pemasaran, pasokan, dan penggunaan profesional kosmetik yang mengandung TPO harus dihentikan, termasuk produk yang secara sah ditempatkan di pasar sebelum tanggal tersebut.
- Dampak bagi Pengguna Profesional
Pengguna profesional seperti teknisi kuku dan salon kecantikan juga tunduk pada larangan ini. Penggunaan produk yang mengandung TPO pada pelanggan merupakan tindakan “menyediakan di pasar”, sehingga dilarang tanpa memandang kapan produk dibeli.
- Perbandingan dengan Larangan Mikroplastik REACH
Berbeda dengan pembatasan mikroplastik REACH, yang mengizinkan masa transisi berdasarkan pertimbangan sosial ekonomi dan teknis, Regulasi Kosmetik tidak memuat fleksibilitas tersebut. Tujuan utamanya adalah melindungi kesehatan manusia, sehingga larangan CMR segera berlaku kecuali ada pengecualian.
Pendapat SCCS Sebelumnya Tidak Lagi Berlaku
Dalam pendapatnya pada 2015 (SCCS/1558/15), SCCS menyimpulkan bahwa, dalam kondisi tertentu, TPO aman digunakan pada konsentrasi hingga 5% dalam beberapa cat kuku profesional yang dikeraskan dengan UV.
Namun, penilaian tersebut dibuat sebelum keputusan untuk mengklasifikasikan ulang TPO sebagai zat CMR 1B. Setelah klasifikasi CMR 1A/1B berlaku, pendapat SCCS sebelumnya tidak lagi berlaku kecuali dilakukan penilaian baru berdasarkan permohonan baru menurut Bagian 15(2).
Rekomendasi Kepatuhan untuk Industri
Untuk mematuhi Regulasi Kosmetik Uni Eropa, perusahaan dan profesional sebaiknya:
Menghentikan penjualan, pasokan, dan penggunaan profesional produk yang mengandung TPO paling lambat 1 September 2025;
Membersihkan dan menarik stok terkait dari tempat kegiatan profesional;
Berkonsultasi dengan pemasok tentang produk alternatif yang patuh;
Memperhatikan perkembangan regulasi sejak awal—pembahasan mengenai TPO telah dimulai pada tingkat kelompok kerja pada Maret 2024.
Pandangan ke Depan
Komisi Eropa mengakui bahwa Regulasi Kosmetik saat ini memberikan fleksibilitas yang terbatas bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang menghadapi larangan bahan secara mendadak. Usulan untuk merevisi dan memodernisasi regulasi guna meningkatkan kepastian dan partisipasi pemangku kepentingan sudah dibahas. Hingga aturan baru diadopsi oleh Parlemen Eropa dan Dewan, penegakan tetap berlangsung berdasarkan kerangka hukum saat ini.
Untuk pembaruan dan pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui customer@reach24h.com.
